https://jambe.fah.uinjambi.ac.id/index.php/tamaddun/issue/feedJAMBE: Jurnal Sejarah Peradaban Islam2026-08-06T07:23:55+00:00Open Journal Systems<p><img style="width: 200px; padding-right: 10px;" src="/public/site/images/zami/IMG-20190513-WA00002.jpg" align="left"><strong>Jambe :</strong> Jurnal Sejarah Peradaban Islam terbit dua kali dalam satu tahun (Januri dan Juli). Pertama kali terbit tahun 2019 dan merupakan kumpulan hasil karya dosen, sejarawan, peneliti dengan lingkup kajian Sejarah dan budaya Islam, karena itu menjadi wadah perkembangan ilmu sejarah dan peradaban islam yang kritis, dinamis dan aktual. Jurnal <strong>Jambe</strong> memuat dan mengkomunikasikan artikel-artikel hasil penelitian dan karya ilmiah yang berkaitan dengan sejarah Peradaban Islam yang <strong>memfokuskan kajian pada bidang sejarah/budaya</strong><strong> melayu Indonesia dan melayu jambi khususnya. </strong>Jurnal ini diterbitkan oleh Program Studi Sejarah Peradaban Islam Fakultas Adab dan Humaniora Universitas Islam Negeri Sutlhan Thaha Saifuddin Jambi, baik edisi cetak maupun online. Jurnal ini bertujuan menyebarluaskan hasil kajian dan penelitian serta penelaahan pustaka tentang keilmuan Sejarah/budaya melayu Indonesia, khususnya Sejarah melayu Jambi.</p>https://jambe.fah.uinjambi.ac.id/index.php/tamaddun/article/view/247JEJAK KEEMASAN ANDALUSIA PADA INTEGRASI AGAMA DAN SAINS PERIODE DINASTI UMAYYAH (756-1031 M)2026-08-06T03:19:09+00:00Tutik Agustina244110404128@mhs.uinsaizu.ac.idNajma Mustafidah244110404112@mhs.uinsaizu.co.idAnisa Dwi Setyani244110404110@mhs.uinsaizu.co.idNabilah Nur Rahmadani244110404094@mhs.uinsaizu.co.id<p>Peradaban Islam di Andalusia pada masa Dinasti Umayyah (756–1031 M) dikenal sebagai salah satu periode penting dalam perkembangan ilmu pengetahuan dan keagamaan yang berjalan secara beriringan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis integrasi agama dan sains pada masa tersebut dalam membentuk peradaban Islam. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur (<em>library research</em>) dengan mengkaji berbagai sumber berupa buku, jurnal, dan penelitian terdahulu yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa integrasi antara ilmu agama dan ilmu pengetahuan rasional berkembang secara harmonis dan menjadi faktor penting dalam kemajuan peradaban di Andalusia. Ilmu agama berperan sebagai landasan nilai dan etika, sedangkan sains berkembang sebagai sarana untuk memahami alam dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Kemajuan tersebut didukung oleh kebijakan penguasa, berkembangnya lembaga pendidikan, serta lingkungan sosial yang toleran. Namun, peradaban ini mengalami kemunduran akibat konflik internal, ketidakstabilan politik, serta krisis sosial dan ekonomi. Meskipun demikian, warisan keilmuan Andalusia tetap memberikan pengaruh besar terhadap perkembangan ilmu pengetahuan di Eropa dan dunia.</p>2026-07-18T05:02:22+00:00Copyright (c) 2026 JAMBE: Jurnal Sejarah Peradaban Islamhttps://jambe.fah.uinjambi.ac.id/index.php/tamaddun/article/view/250MODERNISASI DAN TRANSFORMASI MARITIM KESULTANAN UTSMANIYAH: STUDI ATAS FREGAT ERTUĞRUL DAN KAPAL SELAM NORDENFELT (1863–1890)2026-08-06T03:21:29+00:00Naufal Rahmansyah Nur Wilakso03020221064@uinsa.ac.idMochammad Nginwanun Likullil Mahamidnginwanun@uinsa.ac.idDwi Susantodwi.uinsa@gmail.com<p>Penelitian ini membahas modernisasi maritim Kesultanan Utsmaniyah pada paruh kedua abad ke-19 dengan fokus pada kapal fregat <em>Ertuğrul</em> dan kapal selam <em>Nordenfelt</em> dalam periode 1863–1890. Penelitian bertujuan menganalisis kondisi politik dan militer Utsmaniyah, perkembangan teknologi kapal perang, serta strategi maritim yang diterapkan dalam mempertahankan kedaulatan dan memperkuat posisi internasional kekaisaran. Metode yang digunakan adalah metode penelitian sejarah melalui tahapan heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi dengan memanfaatkan sumber pustaka berupa buku, jurnal ilmiah, serta dokumen sejarah terkait perkembangan angkatan laut Utsmaniyah abad ke-19. Pendekatan sejarah militer dan teori tantangan dan respons digunakan untuk memahami kebijakan modernisasi sebagai bentuk adaptasi terhadap tekanan geopolitik dan kemajuan teknologi militer Eropa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modernisasi maritim Utsmaniyah merupakan upaya strategis untuk meningkatkan kapasitas pertahanan laut melalui adopsi teknologi modern. Kapal fregat <em>Ertuğrul</em> berperan dalam pelatihan militer dan diplomasi internasional, sedangkan kapal selam <em>Nordenfelt</em> merepresentasikan inovasi pertahanan maritim. Meskipun demikian, modernisasi tersebut masih menghadapi keterbatasan struktural, terutama ketergantungan teknologi asing dan kondisi ekonomi kekaisaran.</p>2026-07-18T05:03:42+00:00Copyright (c) 2026 JAMBE: Jurnal Sejarah Peradaban Islamhttps://jambe.fah.uinjambi.ac.id/index.php/tamaddun/article/view/309ANALISIS INFORMATION POVERTY DAN REKONSTRUKSI SOSIAL-EKONOMI NELAYAN MELAYU PESISIR KECAMATAN MENDAHARA2026-08-06T07:23:55+00:00M. Rizal Pahlefimrizalpahlefi1@gmail.com<p>Sistem patron-klien antara nelayan pesisir Melayu dan tengkulak telah berlangsung lama secara historis dan menciptakan kemiskinan struktural yang sulit diputus. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana relasi kuasa ekonomi tersebut langgeng melalui fenomena kemiskinan informasi (<em>information poverty</em>) serta bagaimana rekonstruksi sosial-ekonomi dapat dilakukan berbasis nilai kebudayaan Islam. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus kritis, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam terhadap nelayan di Kecamatan Mendahara, observasi partisipatif, dan analisis dokumen historis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tengkulak mempertahankan monopolinya melalui taktik asimetri informasi, di mana nelayan sengaja diisolasi dari informasi harga pasar riil, regulasi bantuan pemerintah, dan alternatif pembiayaan syariah. Secara historis-kultural, ikatan utang dianggap sebagai jaminan sosial normatif dalam masyarakat Melayu, meskipun bertentangan dengan prinsip keadilan ekonomi (<em>‘adalah</em>) dalam Islam. Sebagai solusi, artikel ini merumuskan model <em>Community Information Center</em> (Pusat Informasi Komunitas) berbasis masjid pesisir yang mengintegrasikan literasi informasi keuangan dengan sistem pembiayaan mikro syariah (BMT). Melalui model ini, ketergantungan nelayan terhadap tengkulak dapat dikikis secara bertahap melalui pemenuhan hak akses informasi ekonomi.</p>2026-07-21T07:48:50+00:00Copyright (c) 2026 JAMBE: Jurnal Sejarah Peradaban Islamhttps://jambe.fah.uinjambi.ac.id/index.php/tamaddun/article/view/308MODERASI BERAGAMA SEBAGAI INSTRUMEN HEGEMONI NEGARA: ANALISIS PERSPEKTIF ANTONIO GRAMSCI2026-08-06T07:23:53+00:00Tezar Pirliansatezar154@gmail.com<p>Moderasi beragama dalam beberapa tahun terakhir berkembang menjadi salah satu agenda strategis negara dalam menjaga stabilitas sosial dan kehidupan keberagamaan masyarakat Indonesia. Wacana tersebut diproduksi secara massif melalui lembaga pendidikan, media, birokrasi keagamaan, serta berbagai kebijakan pemerintah sebagai upaya menghadapi meningkatnya intoleransi, radikalisme, dan polarisasi sosial berbasis agama. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis moderasi beragama dalam perspektif teori hegemoni Antonio Gramsci dengan melihat bagaimana negara membangun konsensus sosial melalui produksi wacana keagamaan di ruang publik. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan library research melalui analisis berbagai literatur, jurnal ilmiah, buku, dan dokumen resmi pemerintah yang berkaitan dengan moderasi beragama dan teori hegemoni. Hasil penelitian menunjukkan bahwa moderasi beragama tidak hanya berfungsi sebagai proyek sosial-keagamaan dalam menjaga toleransi dan harmoni masyarakat, tetapi juga menjadi instrumen hegemonik negara dalam membentuk pola keberagamaan masyarakat Indonesia. Dalam perspektif Gramsci, dominasi negara berlangsung melalui mekanisme persetujuan sosial (consent) dengan memanfaatkan institusi pendidikan, media, dan otoritas keagamaan untuk membangun legitimasi terhadap model keberagamaan tertentu yang dianggap sesuai dengan kepentingan nasional. Penelitian ini menegaskan bahwa relasi agama dan negara di Indonesia tidak dapat dipisahkan dari praktik produksi wacana dan kepentingan kekuasaan yang bekerja di dalamnya.</p> <p>Kata Kunci: Moderasi Beragama, Hegemoni, Antonio Gramsci, Negara</p>2026-07-21T07:54:25+00:00Copyright (c) 2026 JAMBE: Jurnal Sejarah Peradaban Islamhttps://jambe.fah.uinjambi.ac.id/index.php/tamaddun/article/view/312FOLKLOR LISAN: LEGENDA DANAU KERINCI DALAM PERSPEKTIF EKOLOGI BUDAYA JULIAN STEWARD2026-08-06T07:23:51+00:00Hawanda NicollaHawanda9999@gmail.com<p><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">Penelitian ini mengkaji Legenda Danau Kerinci, khususnya kisah Calungga dan Calupat, sebagai mitos etiologi yang merekam ingatan kolektif masyarakat Kerinci tentang terbentuknya bentang alam di sekitar Gunung Kerinci. Dengan menggunakan teori Ekologi Budaya Julian Steward, analisis difokuskan pada bagaimana narasi mitologi amukan naga Calungga dan jebolan ekornya yang membentuk Sungai Batang Meranginmerupakan representasi simbolis dari fenomena geologi vulkano tektonik yang sesungguhnya membentuk Danau Kerinci dan lembah sekitarnya. Penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif dengan pendekatan kepustakaan. Hasil kajian menunjukkan bahwa Legenda Danau Kerinci berfungsi sebagai historiografi alam berbasis kearifan lokal: Masyarakat Kerinci kuno mengodekan perubahan geologis dramatis ke dalam bahasa mitologi agar dapat diwariskan secara lisan kepada generasi berikutnya. Tiga prosedur ekologi budaya Pengurus hubungan teknologi lingkungan, pola perilaku pemanfaatan lingkungan, dan pengaruh pola perilaku terhadap sistem budaya terbukti hadir dalam struktur naratif legenda ini. Pelestarian legenda ini menjadi mendesak karena para penutur (tukang kunun) semakin berkurang akibat modernisasi.</span></span></p>2026-07-21T07:56:25+00:00Copyright (c) 2026 JAMBE: Jurnal Sejarah Peradaban Islam