ANALISIS INFORMATION POVERTY DAN REKONSTRUKSI SOSIAL-EKONOMI NELAYAN MELAYU PESISIR KECAMATAN MENDAHARA

  • M. Rizal Pahlefi Universitas Islam Batanghari
Keywords: Kemiskinan Informasi, Nelayan Melayu, Patron-Klien, Sejarah Ekonomi Islam, Tengkulak

Abstract

Sistem patron-klien antara nelayan pesisir Melayu dan tengkulak telah berlangsung lama secara historis dan menciptakan kemiskinan struktural yang sulit diputus. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana relasi kuasa ekonomi tersebut langgeng melalui fenomena kemiskinan informasi (information poverty) serta bagaimana rekonstruksi sosial-ekonomi dapat dilakukan berbasis nilai kebudayaan Islam. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus kritis, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam terhadap nelayan di Kecamatan Mendahara, observasi partisipatif, dan analisis dokumen historis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tengkulak mempertahankan monopolinya melalui taktik asimetri informasi, di mana nelayan sengaja diisolasi dari informasi harga pasar riil, regulasi bantuan pemerintah, dan alternatif pembiayaan syariah. Secara historis-kultural, ikatan utang dianggap sebagai jaminan sosial normatif dalam masyarakat Melayu, meskipun bertentangan dengan prinsip keadilan ekonomi (‘adalah) dalam Islam. Sebagai solusi, artikel ini merumuskan model Community Information Center (Pusat Informasi Komunitas) berbasis masjid pesisir yang mengintegrasikan literasi informasi keuangan dengan sistem pembiayaan mikro syariah (BMT). Melalui model ini, ketergantungan nelayan terhadap tengkulak dapat dikikis secara bertahap melalui pemenuhan hak akses informasi ekonomi.

Published
2026-07-21
How to Cite
Pahlefi, M. R. (2026). ANALISIS INFORMATION POVERTY DAN REKONSTRUKSI SOSIAL-EKONOMI NELAYAN MELAYU PESISIR KECAMATAN MENDAHARA. JAMBE: Jurnal Sejarah Peradaban Islam, 8(2), 30-39. https://doi.org/10.30631/jambe.v8i2.309