TRADISI BETANGAS MENGGUNAKAN SEREH WANGI SEBAGAI WARISAN MASYARAKAT MELAYU DI DESA KEMUNING MUDA

  • Anggini Istikhomah UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi
Keywords: Betangas,Etnobotani,Sereh Wangi,Budaya Melayu

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji tradisi betangas menggunakan sereh wangi sebagai bagian dari warisan budaya masyarakat Melayu di Desa Kemuning Muda. Penelitian dilakukan dengan pendekatan kualitatif deskriptif etnobotani melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap informan kunci seperti tetua adat dan perempuan yang pernah melakukan betangas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa betangas merupakan ritual pra-pernikahan yang berfungsi sebagai pembersihan fisik, persiapan mental, serta simbol penyucian diri calon pengantin. Sereh wangi (Cymbopogon nardus) digunakan sebagai bahan utama karena aromanya yang harum serta dipercaya memiliki khasiat antiseptik,menyegarkan tubuh, dan menghilangkan bau badan. Tradisi ini juga mengandung nilai sosial dan spiritual yang memperkuat ikatan komunitas serta menjaga kesinambungan adat. Namun, modernisasi menyebabkan generasi muda mulai meninggalkan praktik ini. Oleh karena itu, dokumentasi tradisi betangas penting dilakukan sebagai upaya pelestarian pengetahuan lokal dan warisan budaya takbenda masyarakat Melayu.

Published
2026-01-27
How to Cite
Istikhomah, A. (2026). TRADISI BETANGAS MENGGUNAKAN SEREH WANGI SEBAGAI WARISAN MASYARAKAT MELAYU DI DESA KEMUNING MUDA. JAMBE: Jurnal Sejarah Peradaban Islam, 8(1), 15-23. https://doi.org/10.30631/jambe.v8i1.232